BBM Langka di Selayar, Tumpukan Drum di Gudang Produksi Benteng Jadi Sorotan

John
Senin, 31 Agustus 2026
Last Updated 2026-09-01T04:27:24Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


Selayar, WartaPost - Masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar dihebohkan dengan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), baik subsidi maupun non-subsidi. Warga mengaku kesulitan mendapatkan BBM di sejumlah SPBU maupun pengecer.

Ironisnya, di tengah keluhan tersebut, tumpukan drum dalam jumlah besar terlihat memenuhi sebuah gudang produksi di wilayah Benteng, Selayar. Kondisi ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat, terlebih muncul informasi bahwa gudang tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas penampungan BBM.

Dalam foto yang diperoleh, tampak puluhan hingga ratusan drum berwarna biru tersusun memenuhi bagian dalam gudang. Namun, isi drum tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan foto dan masih membutuhkan pemeriksaan langsung.

Sorotan publik semakin menguat karena kelangkaan BBM disebut berdampak pada harga di tingkat pengecer. Warga bahkan mengaku harus membeli BBM dengan harga tinggi, hingga mencapai Rp30 ribu per botol. (Sumber Uchok Haidir)

Riswandy mengatakan, kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat penegak hukum.

“BBM subsidi maupun non-subsidi sama-sama sulit didapat. Kalau pun ada di pengecer, harganya tinggi. Ini harus menjadi perhatian,” ungkap Riswandy. 

Menurutnya, keberadaan tumpukan drum di gudang produksi Benteng juga perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Foto: Tumpukan drum di dalam gudang produksi wilayah Benteng, Selayar.


Apakah drum-drum tersebut memang digunakan untuk menampung BBM? Dari mana asal BBM tersebut, siapa pemiliknya, dan untuk kepentingan apa disimpan dalam jumlah besar?

Masyarakat meminta Aparat Penegak Hukum (APH) tidak hanya menunggu laporan, tetapi turun langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi gudang yang dimaksud.

Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan jenis dan isi drum, asal-usul BBM apabila memang ditemukan, legalitas penyimpanan, serta jalur distribusinya.

Apalagi, kelangkaan BBM di tingkat masyarakat terjadi bersamaan dengan munculnya informasi mengenai dugaan penampungan BBM dalam drum.

Jika benar terdapat BBM dalam jumlah besar di gudang tersebut, publik tentu berhak mengetahui dari mana BBM itu berasal dan apakah aktivitas penyimpanannya sesuai ketentuan.

Sebaliknya, apabila gudang tersebut memiliki legalitas dan drum-drum itu bukan berisi BBM, maka pemeriksaan APH juga dapat menjadi jawaban atas keresahan masyarakat sekaligus menghentikan spekulasi.

Kini bola berada di tangan APH. Sidak langsung ke gudang produksi Benteng dinilai menjadi langkah penting untuk menjawab satu pertanyaan besar: apakah tumpukan drum tersebut memiliki kaitan dengan kelangkaan BBM yang tengah dikeluhkan masyarakat Selayar?
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl