Lagi, Warga Temukan 5 Ekskavator Baru Disembunyikan di Perbatasan Marinding–Tettekang, Diduga Masih Puluhan Unit

John
Rabu, 02 September 2026
Last Updated 2026-09-03T06:06:06Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


Luwu, WartaPost - Temuan alat berat kembali mengusik aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Luwu. Kali ini, lima unit ekskavator yang disebut masih dalam kondisi baru ditemukan warga di kawasan perbatasan Marinding–Tettekang, Desa Marinding, Kecamatan Bajo Barat.


Lima alat berat tersebut ditemukan tak jauh dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Suso. Lokasinya berada di kawasan yang relatif tersembunyi, sehingga keberadaan alat berat itu luput dari perhatian masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.


Warga yang ditemui di sekitar lokasi mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa pemilik maupun pihak yang bertanggung jawab atas keberadaan lima ekskavator tersebut.


Temuan ini menambah daftar alat berat yang ditemukan warga dalam beberapa jam terakhir. Sebelumnya, lima unit ekskavator juga dilaporkan ditemukan di wilayah Desa Kadong-Kadong.


Dengan dua temuan tersebut, sedikitnya 10 unit ekskavator kini telah ditemukan warga di sejumlah titik yang diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan.


Jumlah itu memunculkan pertanyaan baru: berapa sebenarnya alat berat yang berada di kawasan tersebut?


Warga menduga lima unit yang ditemukan di Marinding bukan keseluruhan armada. Ada kekhawatiran masih terdapat puluhan ekskavator lainnya yang sengaja ditempatkan di lokasi-lokasi tersembunyi untuk menghindari penertiban aparat.


Dugaan tersebut mencuat setelah operasi penertiban PETI yang melibatkan tim gabungan dari unsur Polda Sulawesi Selatan, Polres, TNI, Brimob, dan Pemerintah Daerah pada 1 September 2026.


Dalam operasi tersebut, aparat gabungan dilaporkan mengamankan tiga unit ekskavator dari lokasi penambangan.


Namun, munculnya kembali temuan alat berat oleh warga justru menyisakan tanda tanya terhadap efektivitas operasi penertiban tersebut.


Jika benar masih terdapat puluhan alat berat yang tersebar dan disembunyikan di sejumlah titik, pertanyaan berikutnya adalah siapa pemiliknya, dari mana alat-alat tersebut didatangkan, serta untuk aktivitas apa seluruh ekskavator itu disiapkan?


Masyarakat kini meminta aparat tidak berhenti pada penemuan dan pengamanan alat berat. Penelusuran terhadap pemilik, operator, pihak yang membiayai, hingga dugaan jaringan di balik aktivitas PETI dinilai penting untuk mengungkap mata rantai kegiatan pertambangan ilegal tersebut.


Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Jika alat-alat berat itu kembali dioperasikan, aktivitas penambangan di sekitar DAS Suso berpotensi memperbesar kerusakan lingkungan dan mengancam kawasan sungai yang menjadi bagian penting ekosistem masyarakat.


Kini persoalannya bukan lagi sekadar berapa ekskavator yang berhasil diamankan, tetapi berapa banyak yang masih tersembunyi dan menunggu kembali beroperasi.
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl