Selayar, WartaPost - Aktivitas pemanduan wisata yang dilakukan pengelola tur Selayar Travelling di kawasan Bukit Nane memantik reaksi keras dari pemilik lahan serta lembaga swadaya masyarakat. Kegiatan operasional tersebut dinilai tidak hanya menerobos hak kepemilikan lahan tanpa izin, tetapi juga mengabaikan standar keselamatan pengunjung.
Koordinator Wilayah (Korwil) LSM LIRA Sulawesi Selatan, Ahmad Zulkarnain, bersama pemilik kawasan Bukit Nane, Rasman Alwi, menyampaikan penyesalan mendalam atas tindakan sepihak yang dilakukan oleh pengelola agen perjalanan tersebut.
Kekhawatiran utama berfokus pada keselamatan para wisatawan. Pihak pengelola tur diketahui mengarahkan rombongan tamu melintasi jalur tebing yang tergolong curam dan memiliki tingkat risiko kecelakaan teramat tinggi.
"Kami sangat menyayangkan tindakan Selayar Travelling yang membawa tamu ke Bukit Nane tanpa ada koordinasi maupun izin dari kami selaku pemilik lokasi. Lebih fatal lagi, mereka membawa pengunjung melintasi jalur tebing yang sangat berbahaya," ujar Rasman Alwi kepada redaksi.
Kedapatan Beroperasi Tanpa Izin Resm
Persoalan ini kian memanas setelah terungkap bahwa operasional Selayar Travelling di kawasan tersebut disinyalir kuat tidak mengantongi legalitas resmi. Menurut keterangan Rasman Alwi, aktivitas ilegal tersebut tertangkap tangan langsung oleh aparat gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Selayar.
Temuan di lapangan ini memperkuat dugaan adanya pelanggaran prosedur administratif maupun regulasi penyelenggaraan usaha pariwisata daerah.
Atas kondisi tersebut, LSM LIRA dan pemilik kawasan meminta instansi teknis terkait serta aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam.
Tindakan tegas dan terukur dinilai sangat mendesak demi menegakkan aturan penataan kawasan wisata sekaligus mencegah terjadinya insides atau kecelakaan yang dapat mencoreng citra pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar.
Home
› Bukit Nane
› Kriminal
› LSM LIRA
› News
› Wisata
Diduga Tak Berizin, Aktivitas Selayar Travelling ke Bukit Nane Disesalkan Pemilik dan LSM LIRA
Diduga Tak Berizin, Aktivitas Selayar Travelling ke Bukit Nane Disesalkan Pemilik dan LSM LIRA

Sabtu, 03 Oktober 2026
Last Updated
2026-10-04T05:18:43Z
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
rullynovriyandi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Trending Now
-
WartaPost - Keberadaan sekitar 285 drum berisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Gudang Produksi Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, menjadi pe...
-
Selayar, WartaPost - Bongkar muat BBM pada malam hari di Gudang Produk milik PT. Bumi Maritim Tanadoang , yang sebelumnya merupakan gudang...
-
Luwu Timur, Wartapost – Proyek pembangunan rehabilitasi satuan pendidikan di TK Pembina Kalaena, Kecamatan Kalaena, Kabupaten Luwu Timur...
-
WartaPost - Polemik keberadaan 285 drum di Gudang Produksi Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, kembali bergulir. Perbedaan informasi anta...
-
Selayar, Wartapost - Pengerjaan proyek revitalisasi UPT SMPN Tanahbau Nomor 14 di Kabupaten Kepulauan Selayar menjadi perhatian setelah pen...
-
Luwu Timur, WartaPost – Pelaksanaan proyek rehabilitasi Puskesmas Pembantu (Pustu) Kalatiri di Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, diwar...
-
WartaPost – Keberadaan sekitar 285 drum yang disebut berisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Gudang Produksi Benteng, Kabupaten Kepulauan Selaya...
-
Kasus Dugaan Penipuan Pejabat Inspektorat Selayar Bertambah, Korban Lain Klaim Kerugian Ratusan JutaWartaPost - Kasus dugaan penipuan yang menyeret Sekretaris Inspektorat Kabupaten Kepulauan Selayar, Rudy Apriady Eka Putra, ST, memasuki ba...

